Aksi tuntutan tetap dilayangkan kembali meskipun Nindya Karya telah melakukan upaya pelunasan namun ditolak si pemohon PKPU.
Aksi permohonan PKPU tidak lepas dari kinerja perseroan yang terpuruk sebelum dilakukan program restrukturisasi mulai 2011. Berangkat dari program restrukturisasi, saat ini Nindya Karya yang berada di bawah pengawasan PT Perusahaan Pengelola Aset (persero) mulai bangkit. Banyak proyek besar yang dikerjakan seperti jembatan sepanjang 1,8 Km di terminal peti kemas Teluk Lamong, Jawa Timur.
Hingga proyek raksasa yang bakal diikuti Nindya Karya adalah pengembangan jalan tol di atas laut Jakarta-Surabaya bersama konsorsium BUMN.
Mau tahu bagaimana kondisi Nindya Karya saat ini dan apa yang akan dicapai perseroan ke depan. Berikut hasil petikan wawancara detikFinance dengan Direktur Utama Nindya Karya I Gusti Ngurah Putra di Jakarta, Selasa (22/10/2013)
Bagaimana pandangan Nindya Karya menanggapi seringnya kena tuntutan PKPU?
Kalau kita manajemen maunya dengan membangun korporasi nggak bisa sendiri harus ada mitra. Karena perusahaan ini kalau nggak ada mitra supplier dan sub kontraktor itu sulit hidup. Jadi kita harus membina mitra dan bangun bersama.Next
(feb/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!