Saham dengan kode APII ini sempat menyentuh level terendah di angka Rp 230 per saham dan level tertinggi di angka Rp 290 per saham. Sahamnya ditransaksikan 74 kali dengan jumlah volume sebanyak 5493 lot dengan nilai Rp 746 juta.
Perusahaan perdagangan ekspor dan impor barang-barang logam ini telah menawarkan saham perdana sekitar 275 juta saham atau 25,58% dari modal disetor. Dari IPO ini, perseroan bakal meraih dana segar mencapai Rp 60,5 miliar.
Adapun saham pendiri mencapai 800 juta saham. Jadi saham yang dicatatkan di bursa saham sekitar 1,07 miliar saham.
Direktur Utama Arita Low Yew Lean menyebutkan, nantinya dana hasil IPO ini sekitar 25% akan digunakan untuk membayar utang jangka pendek. Sementara itu, 75% sisanya dimanfaatkan untuk menambah modal kerja, salah satunya untuk pembelian persediaan segmen industri yang baru dikembangkan oleh perseroan.
"Kami yakin bisnis kami akan terus tumbuh positif karena semakin meningkatnya permintaan valve, fitting, dan produk terkait lainnya. Apalagi bisnis kami juga didukung oleh pertumbuhan bisnis perkebunan, pertambangan, minyak dan gas yang semakin tinggi," kata Low saat pencatatan saham perdana di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (29/10/2013).
Selain itu, perseroan mengadakan program alokasi saham karyawan sebesar 3% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum berjumlah 8,25 juta saham.Next
(drk/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!