Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan ini akan terus meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat. Tidak akan mungkin bisa dihentikan. Meskipun banyak yang bilang sepeda motor penyebab kemacetan.
"Kalau ada yang bilang produksi motor jadi biang macet Jakarta, Menteri Perindustrian tidak mungkin menyetop produksi motor. Produksi akan terus meningkat," kata Hidayat dalam sambutannya pada acara peresmian pabrik Kawasaki di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (8/4/2014).
Menurutnya, saat produksi akan terus meningkat, maka yang harus menyesuaikan adalah infrastruktur. Terutama jalan. Ini yang harus menjadi koreksi menurut Hidayat ketika berbicar soal industri otomotif di Indonesia.
"Yang dilakukan harusnya adalah infrastruktur yang ditingkatkan. Jalanan ditambah. Bukan produksinya disetop," ujar Hidayat.
Namun di sisi lain, Ia mengaku terus mendorong produksinya juga diekspor ke luar negeri. Tujuannya lebih kepada kestabilan perekonomian dengan pengurangan defisit perdagangan dan defisit transaksi berjalan.
Pada tahun 2013, ekspor sepeda motor dan komponennya pada tahun 2013 mencapai US$ 564,42. Untuk sepeda motor diekspor sebesar US$ 126,44 juta dan ekspor komponen US$ 437,98 juta. Negara tujuannya adalah Kawasan Asia Tenggara dan Jepang.
Terdiri dari Singapura sebesar 30,22%, Filipina 15,50%, Thailand 11,53%, Malaysia 10,24% dan Vietnam 8,10% serta Jepang 5,83%.
"Dengan ekspor yang dilakukan Indonesia bisa menjadi industrial based untuk indutri sepeda motor untuk ASEAN dan dunia," imbuhnya.
(mkl/dru)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!