"Kami akan berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta (Joko Widodo) dan Kapolda untuk melakukan pemasangan RDFID (Radio frequency identification) di setiap kendaraan bermotor yang ada di Jakarta," ucap Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (8/4/2013).
Dikatakan Hanung, hal ini juga berkaitan dengan akusisi data kendaraan seluruh DKI Jakarta yang akan dilakukan Pertamina. "Nantinya seluruh data kendaraan di Jakarta masuk ke data Pertamina khususnya data yang ada di Samsat," ucapnya.
Hanung mengharapkan pemasangan RFID sistem sudah bisa dilakukan untuk diwilayah DKI Jakarta pada 1 Juli 2013.
"Nnati 1 Juli kami targetkan RFID sudah bisa terpasang di kendaraan, dan di 276 SPBU di DKI Jakarta. Kendaraannya untuk mobil kami perkirakan ada sekitar 5 juta unit mobil," tandas Hanung.
Seperti diketahui Pertamina bersama PT INTI sedang membangun sistem monitoring dan pengawasan salah satunya memasang RFID di SPBU dan kendaraan baik motor maupun mobil.
Dana pembangunan sistem ini memakan biaya Rp 800 miliar per tahun. Dengan alat ini dapat mengetahui konsumsi BBM disetiap unit kendaraan yang tertempel RFID.
Jika sistem ini berjalan lancar, dan sudah terpasang di seluruh Indonesia, maka kendaraan dinas, BUMN, BUMD, Pertambangan, Perkebunan, Kehutanan tidak akan bisa mengisi BBM subsidi dan tindakan mengisi berulang-ulang dapat ditangkal, apalagi jika pemerintah memberlakukan pembatasan BBM subsidi maka sistem ini bisa menghemat uang negara Rp 20,90 triliun per tahun.
(rrd/dnl)