"Memang ada keinginan melakukan mogok produksi tetapi bukan pekan ini. Organisasi memutuskan mogok produksi baru akan terjadi minggu depan mulai tanggal 9 hingga 11 September. Hal ini karena para pengrajin terutama perajin tempe sudah melakukan produksi sejak 3 hari yang lalu jadi tidak mungkin kita lakukan mogok sekarang karena sayang kalau hasil produksinya dibuang, harga kedelai mahal," ungkap Aip kepada detikFinance, Senin (2/9/2013).
Saat ini harga kedelai yang dibeli perajin dari tangan agen beragam. Harga dijual mulai dari Rp 8.900/kg hingga Rp 9.600/kg.
"Yang paling murah itu harganya Rp 8.900/kg, kalau di Jakarta rata-rata itu Rp 9.200/kg. Yang paling tinggi harganya ada di Aceh Rp 9.600/kg. Kalau ditanya berapa harga normalnya itu hanya Rp 7.700/kg," imbuhnya.
Ia pun memastikan jika aksi mogok produksi terjadi, maka tahu dan tempe akan menjadi barang yang langka di pasaran.
"Semua instrumen produksi tahu-tempe di seluruh Indonesia akan dihentikan 3 hari itu. Tahu-tempe akan menjadi komoditas langka di pasaran," cetusnya.
(wij/dru)