Populasi Sapi dan Kerbau Susut 15% Dalam 2 Tahun Jadi 14 Juta Ekor

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat telah terjadi penyusutan jumlah populasi sapi dan kerbau di Indonesia. Data ini merupakan hasil sensus pertanian terbaru yang dilakukan Mei 2013.

Kepala BPS Suryamin mengatakan jumlah sapi dan kerbau di Indonesia tahun 2013 sebanyak 14,17 juta ekor atau turun 2,56 juta ekor dari tahun 2011. "Dari tahun 2011 sebanyak 16,73 juta ekor turun 2,56 juta ekor (15,30%) ke 14,17 juta ekor tahun 2013," ungkap Suryamin di Gedung BPS, Jakarta, Senin (2/9/2013)


Ia menuturkan penurunan jumlah tersebut akibat konsumsi masyarakat yang terus meningkat.


"Menurun kenapa karena dijual ke tempat pemotongan. Jadi ada pengurangan karena meningkatnya yang dipotong dan sementara kebutuhan masih tinggi. Ini adalah angka global, dan nanti kami belum merinci," jelasnya.


Secara provinsi, penurunan terbesar terjadi di Jawa timur sebesar 1,22 juta ekor dan terkecil Kalimantan tengah 300 ekor. Kemudian peningkatan terbesar terjadi di Sulawesi tengah 18,5 ribu dan Kepulauan riau 6.500 ekor.


Perhitungan sapi dan kerbau, menurut Suryamin adalah berdasarkan jumlah populasi yang ada di Indonesia. "Semua populasi sapi dan kerbau yang dibesarkan dan bukan peternak. Jadi seperti ngitung orang, jadi bukan hanya peternak saja," ujarnya.


(mkl/hen)