Elpiji Malaysia Jadi Favorit Warga Perbatasan, Ini Tanggapan Pertamina

Samarinda -Warga Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara sebagai provinsi baru hasil pemekaran Kalimantan Timur lebih menyukai elpiji Malaysia, karena dinilai mudah ditemukan. Apa tanggapan Pertamina?

Di Kalimantan Utara misalnya, di Kabupaten Tana Tidung (KTT), Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau hingga kota Tarakan, masyarakat setempat lebih memilih elpiji Petronas Malaysia dengan alasan bervariasi, mulai dari kualitas tabung yang lebih tebal dan isinya hingga keawetan saat digunakan.


Di KTT, meski elpiji Petronas dan Shell ukuran 12 kg dan 14 kg dijual hingga Rp 220.000, namun mampu bertahan hingga 3 bulan. Sementara di Kalbar, elpiji Malaysia dijual lebih murah dengan harga Rp 150.000-160.000 per tabung.


PT Pertamina (Persero) Region VI Kalimantan menampik kualitas elpiji Pertamina di bawah Malaysia. BUMN Migas itu menyebut, tabung dan isi elpiji sangat teruji dan memenuhi standar.


"Kualitas tabung elpiji Pertamina sesuai SNO 1591:2008 dengan Valve Double Spindle dan sangat teruji. Perihal kuantitas, sejauh ini tidak ada keluhan dan konsumen dapat menimbang langsung di agen maupun sub agen penjualan," kata GM Marketing Operation Pertamina Region VI Kalimantan Faris Aziz, kepada detikFinance, Selasa (7/1/2014).


"Mungkin (itu) karena kebiasaan sebagian warga yang telah menggunakan tabung tersebut (milik Malaysia) selama ini," ujar Faris.


Lebih lanjut ditanya detikFinance, Faris juga menyangkal perihal elpiji 12 kg yang disebut-sebut langka, khususnya seperti yang terjadi di Kalimantan Utara. Menurut dia, ketersediaan elpiji non subsidi 12 kg, baik di Kalimantan Utara dan Kalbar, sangat memadai.


"Elpiji 12 kg di Kaltara (Kalimantan Utara) dan Kalbar, tersedia cukup dan harga yang wajar. Kalbar disuplai dari kota Pontianak menuju perbatasan Entikong dengan Malaysia," terang Faris.


"Perbatasan Kalbar dengan Malaysia, disuplai dari Pontianak ke Entikong dengan frekuensi 2 hari sekali sebanyak 200 tabung. Ke Badau 300 tabung per minggu dan Sambas sebanyak 300 tabung per 2 minggu," jelasnya.


"Adapun untuk perbatasan Kaltara dengan Malaysia, di Nunukan disuplai dari Agen Pertamina yang berada di Tarakan secara rutin. Jadi, secara umum untuk Kalimantan, ketersediaan elpiji 12 kg juga elpiji 3 kg bersubsidi di Kalimantan, sangat mencukupi," tutup Faris.


(dnl/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!