Ini dipicu data aktivitas sektor jasa China Desember yang mengalami penurunan. Indeks China Non-Manufacturing turun ke 54,6 dari bulan sebelumnya 56. Ini merupakan angka terendah sejak Agustus 2011. Harga komoditas ikut melemah merespon hal tersebut membuat tekanan atas saham tambang dan perkebunan.
Sedangkan dari sentimen domestik, pernyataan Menteri Keuangan yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi 4Q13 melambat hanya berkisar 1,4%-2% (qoq) turut menekan IHSG. Nilai transaksi di Pasar Reguler kemarin hanya mencapai Rp.2,68 triliun dengan asing mencatatkan nilai penjualan bersih Rp.188 miliar.
Sementara Wall Street tadi malam ditutup di teritori negatif merespon data ekonomi yang keluar seperti indeks sektor jasa AS Desember turun ke 53 dari bulan sebelumnya 53,9 dan dibawah ekspektasi 54,6. Indeks DJIA dan S&P masing-masing melemah 0,27% dan 0,25% ditutup di 16425,10 dan 1826,77.
Melanjutkan perdagangan hari ini, pergerakan IHSG masih berpeluang terkoreksi menyusul minimnya insentif positif. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4160 dan resisten di 4250.
IHSG : S1 4160 S2 4120 R1 4250 R2 4270
Saham Pilihan
ASII 6600-6950 SoS, SL 6500
BIPI 110-116 BoW, SL 108
ADRO 900-980 BoW, SL 880
TLKM 2025-2150 BoW, SL 2000
UNVR 26100-27900 TB, SL 25500
INCO 2075-2300 BoW, SL 2000
ASRI 425-455, BoW, SL 415
(ang/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!