Manajer Senior Komunikasi PLN Bambang Dwiyanto mengatakan, dari total penggunaan listrik di Jawa-Madura-Bali (Jamali) yang tercatat sempat mencapai 22.974 Megawatt (MW) sebagian besar masih didominasi oleh penggunaan listrik di wilayah Pulau Jawa bagian Barat. Ini meliputi daerah-daerah seperti Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.
Padahal, lanjut Bambang, PLN terus berupaya memenuhi kebutuhan listrik nasional dengan membangun pembangkit di sejumlah wilayah di tanah air. "Kita imbau agar pemilik-pemilik industri atau pun investor yang mau masuk ke indonesia, lakukan pembangunan baru di Jawa bagian timur. Banyak pembangkit baru kita yang ada di sana,” tegasnya.
Dikatakan Bambang, selain mendukung pemerataan ekonomi secara nasional, PLN juga diuntungkan jika banyak pelaku usaha yang menempatkan bisnisnya di luar Jawa bagian barat. Distribusi listrik bisa lebih mudah dan gangguan bisa diminimalkan.
"Kalau banyak yang bangun di Jawa bagian timur kan jadi lebih dekat dengan pembangkit-pembangkit baru kita. Distribusinya juga lebih dekat, tidak perlu kita jauh-jauh alirkan listrik dari timur ke barat. Gangguannya juga lebih minim kalau distribusinya dekat,” paparnya.
Sebelumnya, PLN mencatat beban puncak listrik di sistem kelistrikan Jamali mencapai rekor tertinggi, yaitu 22.974 MW. Beban tertinggi itu terjadi pada Kamis (24/4/2014) jam 18.00 WIB. Sebelumnya beban tertinggi yang pernah dicapai adalah 22.567 MW pada 17 Oktober 2013 jam 19.00 WIB.
(hds/hds)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!