Setengah Penumpangnya 'Disedot' Penerbangan Murah, Ini Siasat Pelni

Jakarta -Bisnis BUMN pengelola transportasi kapal laut PT Pelni (Persero) saat ini makin sulit, karena pesatnya perkembangan penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC). BUMN ini bikin siasat baru.

Direktur Utama Pelin Syahril Japarin mengatakan, pihaknya tengah menjajaki pengelolaan terminal penumpang yang di bawah naungan BUMN pelabuhan, seperti Pelindo I hingga IV, dan pelabuhan di bawah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Perhubungan.


Langkah ini merupakan salah upaya dari Pelni meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa dan meningkatkan portofolio bisnis.


"Ini bagi Pelni penting. Karena penumpang dan barang naik ke kapal dari terminal harus teratur," kata Direktur Utama Pelni Syahril Japarin saat jumpa pers di kantor pusat Pelni, Jakarta, Senin (28/4/2014).


Pelni saat ini memiliki 24 unit kapal. Dari 24 kapal tersebut, armada laut Pelni singgah di 95 pelabuhan yang dikelola Pelindo dan UPT.


Untuk rencana awal, Pelni akan membidik pengelolaan terminal penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok. Selama ini terminal tersebut dikelola oleh PT Pelindo II. Pelni sendiri telah menjalin komunikasi dengan Pelindo II.


"Pengelolaan pelabuhan sepakat dengan Pelindo II untuk kelola terminal penumpang. Ini baru dijajaki," sebutnya.Next


(feb/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!