"Kita tahun ini berencana melakukan aksi korporasi dengan menerbitkan bonds, tapi kita belum bisa kasih banyak informasi teknis karena harus melaporkan ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan) terlebih dahulu," ucap Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini ditemui di Kantornya Gedung GKBI, Jakarta, Senin (28/4/2014).
Emma mengatakan, saat ini SMI membutuhkan dana segar karena pihaknya tidak punya uang kas lagi.
"Komitment pembiayaan proyek infrastruktur yang kita biayai mencapai Rp 5 triliun sementara ekuitas kita hanya Rp 4,5 triliun. Jadi Pak Nasri (Nasrizal Nazil, Direktur Keuangan SMI) sudah tidak punya uang kas lagi," ungkapnya.
Meski mengaku tidak punya uang kas lagi, tetapi Emma menegaskan SMI tetap merupakan perusahaan yang sehat. Surat utang SMI yang telah diterbitkan mendapat rating BBB- dari Fitch Ratings, yang merupakan peringkat layak investasi (investment grade).
Investor, lanjut Emma, juga tak perlu khawatir karena SMI 100% dimiliki pemerintah. "Proyek-proyek kami ada keikutsertaan pemerintah, jadi lebih terjamin," katanya.
Direktur SMI Frans Nembo Sukardi menambahkan, pihaknya saat ini membutuhkan dana sekitar Rp 1,5 triliun untuk pembiayaan proyek-proyek infrastruktur.
"Dana itu digunakan untuk membiayai proyek kelistrikan, pelabuhan, oil and gas dan lainnya. Tapi tahun ini kita fokus di pelabuhan dan kelistrikan," tutupnya.
(rrd/hds)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!