Sudah Waktunya Ibu-ibu Berinvestasi Saham

Jakarta -Bursa Efek Indonesia (BEI) gencar mengajak masyarakat Indonesia masuk ke pasar modal. Kali ini, BEI bersama PT Mandiri Sekuritas mengumpulkan sedikitnya 180 perempuan dari berbagai profesi untuk mensosialisasikan pentingnya berinvestasi di pasar modal.

Kepala Divisi Edukasi BEI Djoko Saptono mengatakan, salah satu cara untuk bisa menggaet banyak investor masuk pasar modal adalah melalui sosialisasi. Kaum ibu dinilai punya potensi yang tinggi dalam berinvestasi khususnya pasar modal.


"Sosialisasi pasar modal rutin dilakukan bukan hanya dari BEI tapi OJK. Kali ini menyasar kaum ibu. Kalau di rumah ibu-ibu itu menteri keuangan dan punya kekuasaan atas uang. Kalau kami bisa mempengaruhi ibu-ibu untuk investasi di pasar modal, maka bisa meningkatkan jumlah investor pasar modal," kata Djoko saat acara Seminar Pasar Modal Perempuan dan Investasi bertema "Dengan Semangat Kartini Jadikan Dirimu Perempuan Kuat dalam Kemandirian Finansial," di Gedung BEI, Jakarta, Senin (28/4/2014).


Dia menjelaskan, saat ini jumlah investor di pasar modal masih minim hanya sekitar 400 ribu investor atau kurang dari 1% dari total populasi Indonesia yang mencapai 240 juta orang.


"Jumlah investor sekitar 0,2% dari seluruh penduduk Indonesia padahal target kita bisa 1% dari jumlah penduduk Indonesia. Saat ini, masyarakat belum banyak yang paham, jangankan di daerah, di Jakarta pun masih banyak yang belum paham," terang dia.


Di tempat yang sama, Direktur Utama Mandiri Sekuritas Abi Prayadi menambahkan, masyarakat masih menganggap investasi di pasar modal itu rumit.


"Persepsi investasi di pasar modal masih dipandang, susah, repot, makanya ini perlu edukasi, memberi kemudahan. Biasanya perempuan lebih lama holding period jadi nggak cepat-cepat jual saham meskipun harganya sudah naik, jadi penuh pertimbangan," kata dia.


Abi mengatakan, pihaknya menargetkan bisa menjaring sedikitnya 75 ribu investor di tahun ini. Saat ini, jumlah investor Mansek baru mencapai 22 ribu investor.


"Mansek target bisa dapat 75 ribu investor, sekarang 22 ribu, tahun lalu 12 ribu. Data menunjukkan 118 juta atau hampir 50% populasi orang di Indonesia adalah perempuan dan perempuan dinilai memiliki kontrol keuangan yang baik. Tapi saya tidak ingin jadi investor ikut-ikutan tapi inginnya disadari penuh. Jadi pemahaman sangat penting dalam membuat keputusan investasi," pungkasnya.


(drk/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!