"Tahun depan hanya ada dua badan usaha yang mendistribusikan BBM subsidi, yakni Pertamina dan AKR Corporindo, mereka yang menang lelang," ujar Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng, ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (1/12/2014).
Andy mengatakan, SPN tidak bisa ikut lelang penjualan BBM subsidi untuk tahun depan, karena terkendala izin niaga dari Kementerian ESDM.
"SPN nggak ikut karena surat izin niaga umumnya belum diperpanjang oleh Dirjen Migas, jadi nggak bisa penuhi persyarakat ikut lelang," ucapnya.
Andy menambahkan, jumlah kuota BBM subsidi yang akan diberikan untuk Pertamina dan AKR akan ditentukan dalam rapat minggu depan di BPH Migas.
"Tapi pastinya mayoritas Pertamina, karena hitungan BPH Migas berdasarkan SPBU dan nozel SPBU, di Pertamina SPBU-nya hampir 6.000 SPBU sedangkan AKR hanya 140 SPBU. Tentu mayoritas kuota BBM yang ditetapkan APBN 2015 sebanyak 47 kiloliter diberikan ke Pertamina," tutupnya.
(rrd/dnl)