Dampaknya, harga bawang merah lokal mulai menunjukkan gejalan penurunan harga. Produk bawang merah dari Tegal, Brebes, Pekalongan dan Pemalang mulai masuk ke pasar-pasar induk.
"Beberapa sentra produksi bawang merah di Tegal, Brebes, Pekalongan dan Pemalang sudah mulai panen dan menambah pasokan bawang merah ke sentra-sentra konsumsi," ungkap Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Srie Agustina seperti dikutip, Senin (2/9/2013).
Srie mencontohkan, pasokan bawang merah lokal saat ini di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur telah mencapai sekitar 90 ton per hari atau telah meningkat 100% dari minggu sebelumnya.
"Secara bertahap diharapkan harga akan kembali normal sampai dengan mencapai pasokan sekitar 125 ton per hari," imbuhnya.
Ia menambahkan harga bawang merah lokal di Pasar Induk Kramat Jati dan Pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang kemarin (1/9/2013) masing-masing tercatat Rp 20.000/kg dan Rp 18.000/kg .
"Harga tersebut masing-masing turun 25,93% dan 17% dibanding harga seminggu sebelumnya,” katanya.
Di beberapa pasar tradisional, harga bawang merah juga sudah mengalami penurunan dengan kisaran Rp 30.000-Rp 33.000/kg atau sudah turun signifikan dari minggu lalu. Pemerintah berharap dengan mulai meningkatnya pasokan hasil panen petani lokal, harga bawang merah akan segera kembali normal.
Sementara itu, dari sisi importasi, sampai dengan 26 Agustus 2013, telah direalisasikan impor bawang merah sebanyak 5.540 ton atau 73,19% dari alokasi impor semester II-2013 mencapai 7.569 ton.
Srie menambahkan bahwa pemerintah akan terus mencermati kondisi panen raya bawang merah, sehingga segera impor tidak akan lagi dilakukan .
“Saat ini juga tengah dikaji perhitungan harga wajar di tingkat eceran oleh Litbang Pertanian dan Litbang Kemendag. Nantinya hasil perhitungan ini akan dimanfaatkan sebagai harga referensi dalam penetapan kebijakan importasi yang berbasiskan harga,” jelasnya.
(wij/hen)