Ketua Umum Dewan Kedelai Nasional Benny Kusbini mengakui penurunan harga memang terjadi dan membantu para pengrajin. Namun di sisi lain, petani kedelai dalam negeri harus menahan penderitaan akibat kebijakan tersebut.
"Sekarang memang harga kedelai bisa turun, kemudian pengrajin happy. Tapi petani malah menderita, kan kasihan," ujar Benny kepada detikfinance, Selasa (22/10/2013)
Penderitaan petani, menurut Benny terjadi karena kedelai impor akan masuk secara membabi buta ke dalam negeri. Sementara kedelai produksi petani akan semakin tertindas. Ia menyebutkan kebijakan yang diterapkan pemerintah salah.
"Mau dikemanakan produksi dari petani. Sudah saja semakin tertindas," ucapnya.
Pemerintah, kata Benny tidak dapat mengambil kebijakan yang melalui satu pihak. Dalam hal ini adalah pengrajin. Keluhan pengrajin sebagai konsumen soal mahalnya harga kedelai bukan indikator kuat untuk pemerintah bebaskan bea masuk impor.
"Ya sekarang diambil kebijakan, kalau harga mahal diimpor. Setiap harga naik diimpor. Mau sampai kapan begini? Jika yang yang menjadi pertimbangan hanya pengrajin sebagai konsumen. Itu nggak adil. Karena harusnya petani juga harus jadi perhatian. Jangan-jangan pengrajin ditunggangi mafia impor," paparnya.
(mkl/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!