"Harus ada yang berani bertanggung jawab..hehe... Ini untuk menyelamatkan PT Pertamina, baik dari sorotan BPK maupun kelangsungan dan masa depan Pertamina," kata Dahlan kepada detikFinance dalam pesan singkatnya, Senin (6/1/2013).
Dahlan menegaskan, selama ini Pertamina didorong untuk menjadi perusahaan kelas dunia. Kenaikan harga elpiji 12 Kg untuk mengurangi kerugian Pertamina menjadi bagian penting masa depan Pertamina sebagai sebuah perusahaan energi.
"Tapi jangan lupa kita ini selalu minta agar Pertamina jaya di dunia, mengalahkan Petronas..hehe..," katanya.
Sebelumnya, Dahlan mengaku salah atas kekisruhan yang terjadi terkait kenaikan harga elpiji 12 kg. Menurutnya hal itu disebabkan karena kurang koordinasi antara perusahaan dengan pemerintah saat menetapkan kebijakan itu.
"Semua saya yang salah. Kurang koordinasi, saya yang salah," ungkap Dahlan usai rapat kabinet terbatas bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (5/1/2013).
Dahlan menuturkan, kebijakan Pertamina merupakan tidak lanjut dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Disebutkan, perusahaan selalu rugi setiap tahunnya sejak 2009 karena bisnis gas elpiji yang non subsidi.Next
(hen/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!