Padahal lembaga negara ini sangat penting dan membutuhkan biaya operasional yang tinggi. ANRI selama ini menangani dan merawat dokumen-dokumen sejarah Indonesia yang jumlahnya cukup banyak.
"Sebelum diskusi ini, kita membicarakan banyak aspek. Salah satu aspek yang ingin kami imbau adalah kami mendengar bahwa secara anggaran ANRI memiliki anggaran terbatas. Dibandingkan tahun lalu ada penurunan jumlah anggaran. Kalau mendengar jumlahnya ada di bawah Rp 135 miliar yang bertanggung jawab penuh atas arsip nasional. Ini perlu ada perhatian," kata Agus saat Pemberian Piagam Penghargaan Bidang Kearsipan Dari ANRI kepada Bank Indonesia Atas Pelaksana Alih Media Dokumen Pengawasan Perbankan yang Diserahkan ke OJK di Gedung BI Jakarta Pusat, Senin (17/03/2014).
Agus menambahkan berkurangnya jumlah anggaran operasional ANRI akan berdampak kepada kegiatan operasional ANRI. "Karena tentu nanti kita tidak dapat menjalankan fungsi dengan baik," imbuhnya.
Ia sempat menyinggung dan membandingkan lembaga ANRI dengan lembaga pemerintah lainnya. Padahal menurutnya arsip sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa.
"Kita terkadang pandai berinvestasi, membeli barang tetapi kita saat mendokumentasikan dan perawatan bahkan kearsipan tidak cukup menyiapkan sumber daya baik manusia, teknologi dan keuangan. Kita ambil contoh anggaran di ANRI itu kurang sekali," cetusnya.
(wij/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!