Pemodal antusias menyambut figur Jokowi yang dipersonifikasikan sebagai figur yang bersih, jujur, mau kerja keras sehingga menaruh harapan besar Indonesia dibawah kepemimpinannya bakal lebih baik. Bila dilihat sepekan IHSG menguat 4,11% dan sepanjang tahun ini telah menguat 14,14%. Namun penguatan IHSG sepekan kemarin bersifar anomali dengan tren yang terjadi di bursa kawasan maupun global. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street sepekan kemarin terkoreksi 2,35% dan 1,97%. Di Asia, indeks Nikkei Jepang dan Hangseng Hongkong sepekan terkoreksi masing-masing 6,2% dan 4,9%. Resiko pasar global cenderung meningkat menyusul krisis Ukraina-Rusia yang semakin meruncing dan kekhawatiran perlambatan ekonomi China.
Pada perdagangan awal pekan ini, peluang penguatan akibat euporia pencapresan Jokowi akan dibayangi aksi profit taking menyusul reaksi pemodal yang lebih rasional menyikapi sejumlah tantangan ekonomi domestik dan global tahun ini. IHSG akan bergerak dengan support di 4740 dan resisten di 4920 cenderung terkoreksi. Investor ritel disarankan melepas saham-saham yang sudah naik tinggi terutama saham sensitif interest rate seperti otomotif, perbankan, properti, dan jasa kosnstruksi.
IHSG : S1 4740 S2 4660 R1 4920 R2 4950
(ang/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!