Pemangkasan jumlah direksi Pertamina dilakukan Menteri BUMN Rini Soemarno atas arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selaku ketua Tim Penilai Akhir (TPA). Jokowi ingin ada efisiensi dan transparansi di tubuh Pertamina.
Tak hanya Pertamina, BUMN-BUMN lain juga ada yang jumlah direksinya 'gemuk'. BUMN ini tersebar di berbagai sektor industri.
"Saya harus meninjau kembali dengan melakukan assessment (penilaian). Karena tidak semua BUMN harus dilakukan perombakan," kata Rini di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (1/12/2014).
Menurut Rini, ia akan mengkaji terlebih dahulu pekerjaan para direksi masing-masing di perusahaan dan bidangnya. Dari situ baru ketahuan apakah memang perlu dirombak atau tidak.
"Karena harus sesuai dengan bidang pekerjaan seperti apa," ujarnya.
Jumlah direksi yang cukup banyak tidak hanya ada di Pertamina, tapi juga di perusahaan-perusahaan pelat merah lainnya. detikFinance menelusuri beberapa BUMN besar untuk melihat jumlah direksinya, berikut ini hasilnya seperti dikutip dari situs resmi masing-masing BUMN, Senin (1/12/2014).
- PT PT PLN (Persero). BUMN listrik ini total punya 9 direksi termasuk dirut
- PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Maskapai penerbangan pelat merah ini punya 8 direksi termasuk dirut
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Bank milik negara ini punya 11 direksi termasuk dirut
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Bank pelat merah ini punya 11 direksi termasuk dirut
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) punya 10 direksi termasuk dirut
- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Bank yang fokus menyalurkan KPR ini punya 6 direksi, 4 direksi belum direstui regulator. Totalnya ada 10 direksi
- PT Kereta Api Indonesia (KAI) total punya 10 direksi termasuk dirut
Ini hanya sebagian kecil dari banyak perusahaan pelat merah yang jumlah direksinya cukup banyak. Tak hanya direksi, beberapa BUMN juga ada yang punya banyak komisaris. (ang/ang)