Demikian dikatakan Vice President Corporate Communication PGN Ridha Ababil dalam konferensi persnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUSPLB) di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Senin (6/4/2015).
"Produksi Saka 120 MMSCFD tiap harinya, pernah sampai 147 MMSCFD pada minggu ketiga bulan Maret. Kami, dalam hal ini Saka berusaha naikkan produksi 170-190 MMSCFD," ujar dia.
Ridha menyebutkan, harga gas Saka Energi saat ini sebesar US$ 3, dengan produksi 120 MMSCFD, pendapatan Saka Energi mencapai sekitar US$ 360.000 per hari.
"Saat ini harga gas kita US$ 3, kalau produksi 120 MMSCFD, berarti pendapatan kita ada sekitar US$ 360.000 per hari," katanya.
Ridha menambahkan, pihaknya ingin mendorong emiten berkode PGAS itu bertransformasi menjadi perusahaan energi, dengan mengelola lapangan gas.
"Ke hilir ada bisnis-bisnis baru misal enjiniring, fiber optik. Rencana dalam waktu 1-5 tahun ke depan, akan masif mengembangkan PGN jadi perusahaan energi," tandasnya.
(drk/ang)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com