"Nggaklah (krisis), nilai tukarnya sekarang kurang lebih stabil. Kalau Anda khawatir pas di bulan September, ya sekarang lebih stabil," ujar Menteri Keuangan Chatib Basri saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (11/11/2013).
Sebelumnya, Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, ekonomi Indonesia sedang mengalami krisis mini. Ini ditandai dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi. Memang di kuartal III-2013 lalu, ekonomi Indoneisa turun di bawah 6%.
Namun, menurut Budi, kelesuan ekonomi saat ini masih lebih baik, dibanding krisis ekonomi yang dialami Indonesia pada 1998-1999, maupun di 2008 silam.
"Indonesia merupakan negara yang punya volatilitas tinggi. Indonesia sudah mengalami banyak krisis seperti di tahun 1998-1999, 2005, 2008, dan kini 2013. Sekarang masih lebih baik dari 2008. Tahun ini merupakan mini krisis," ujar Budi saat membuka acara Mandiri Investment Forum 2013 di Hotel Grand Hyatt.
Budi menjelaskan, meskipun sempat beberapa kali mengalami krisis ekonomi, namun perekonomian Indonesia masih bisa bangkit. Seperti halnya sektor perbankan yang masih terus menggeliat di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
"Kita punya banyak perbankan dan regulator. Meskipun krisis kita masih bisa bertahan. Saya mau mengatakan bahwa Indonesia bisa belajar dari krisis ekonomi yang lalu-lalu. Kita tahu kondisi kita sedang tidak bagus saat ini," kata Budi.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah soal naik turunnya rupiah. Budi mengatakan, pelemahan rupiah saat ini merupakan indikasi dari volatilitas ekonomi Indonesia.
"Di 2013 rupiah masih naik turun. Kita masih harus terus jaga ini," kata Budi.
(dnl/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!