"Ini saya baru beli, harganya Rp 170 ribu itu diambil di tempat. Kalau dulu ongkos antara ke rumah hanya Rp 5.000, kok sekarang ikut-ikutan naik jadi Rp 10 ribu. Aneh," kata Arisyah (36) seorang ibu rumah tangga kepada detikFinance, Senin (6/1/2014) di Pekanbaru.
Selain harganya yang lumayan mahal, ternyata stok tabung gas 12 kg pun mulai langka. Alasan inilah yang membuat para pengecer menaikkan harga di luar batas ketentuan pemerintah.
Kelangkaan stok tabung gas 12 kg ini, dibenarkan Ahmad Harap pemilik kedai harian di Jl Subrantas. Dia menjelaskan, sejak tiga hari terakhir, pihak distributor sudah tidak datang untuk mengambil tabung yang sudah kosong.
"Biasanya mereka itu datang saban hari, tapi ini sudah tiga hari tak datang untuk mengambil tabung kosong dengan tabung yang baru," kata Ahmad.
Ahmad menyebutkan, bahwa dia juga membelinya dengan harga minimal Rp 140 ribu.
"Harga sekarang tak tentu, sebelumnya kita masih beli Rp 120ribu per tabung. Kita tanya ke distributor katanya stok terbatas, kalau mau harganya R p140 ribu. Jadi ya kami jual lebih mahal lagi," kata Ahmad.
Seperti diketahui, Pertamina memberlakukan kenaikan harga elpiji 12 kg pada 1 Januari 2014 pukul 00.00 WIB dari Rp 70.200/tabung jadi Rp 117.708/tabung. Namun kenaikan tersebut membuat kekisruhan sampai akhirnya Presiden SBY turun tangan. Akhirnya pemerintah sepakat menurunkan harga elpiji 12 kg. Jadi harga elpiji nanti akan turun dari Rp 117.708 menjadi Rp 82.200 per tabung mulai besok Selasa (7/1/2014) pukul 00.00 WIB.
(cha/dru)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!