"Sejauh ini masih normal, pasokan gas tetap lancar, terutama gas Petronas asal Serawak Malaysia yang dibeli masyarakat di perbatasan sesuai aturan Sosek Malindo (Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia)," ujar warga Balai Karangan 2, Daniel saat dihubungi detikFinance, Senin, (6/1/2014).
Saat ini, harga gas 12 kilogram buatan Pertamina dipatok mulai harga Rp 125 ribu hingga Rp 150 ribu. Sedangkan harga gas 3 kilogram, mencapai Rp 22 ribu per tabungnya di wilayah tersebut.
Sementara harga gas elpiji buatan Malaysia seberat 14 kilogram dipatok harga mulai Rp 150 ribu hingga Rp 160 ribu.
"Jika terjadi kenaikan maka di eceran gas 12 kg sampai Rp 180 ribu, karena itu masyarakat perbatasan cenderung pilih elpiji Malaysia yang jauh lebih murah," ungkapnya.
Apalagi sampai saat ini sejumlah agen elpiji di perbatasan tidak menambah stok, bahkan mengurangi stok gas di tokonya karena menunggu kepastian kenaikan harga gas elpiji dari pemerintah.
"Untuk elpiji Malaysia banyak di pasaran, sedangkan elpiji lokal minim. Selain mudah didapat, harga murah dan kapasitasnya lebih banyak," tegasnya.Next
(ang/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!