Pengusaha Kapal Keberatan dengan Proyek Jembatan Selat Sunda

Jakarta -Pemerintah berencana membangun proyek infrastruktur raksasa seperti Jembatan Selat Sunda. Jembatan ini akan menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.

Apa tanggapan pengusaha pelayaran terkait proyek besar pemerintah itu?


Ketua Umum Asosiasi Pemilik Kapal Nasional (INSA) Carmelita Hartoto menjelaskan Indonesia merupakan negara maritim atau kelautan. Sudah sepantasnya pemerintah fokus dan memprioritaskan pengembangan infrastruktur di bidang pelayaran daripada membangun infrastruktur di darat seperti Jembatan Selat Sunda.


"Bilang ke pemerintah ini negara maritim mau bangun begituan, paling murah pakai kapal asal disiapkan Infrastruktur," kata Carmelita di rumah makan Satay Senayan di Kebon Sirih Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2014).


Carmelita juga menyoroti rencana pembangunan jalan tol atas laut Jakarta-Surabaya yang digagas konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya biaya angkutan logistik termurah masih dari sektor laut.


"Itu pasti lebih mahal. Kalau pelayaran kontainer, dari general kargo itu sangat kompetitif. Kita punya banyak kapal," jelasnya.


Seperti diketahui pemerintah dan BUMN memiliki proyek besar yang akan dibangun dalam beberapa tahun ke depan. Proyek ini rata-rata dibangun di darat seperti proyek Tol Trans Sumatera, rel kereta Trans Sumatera, Jembatan Selat Sunda, kereta cepat Jakarta-Surabaya dan jalan tol atas laut Jakarta-Surabaya.


(feb/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!