Ia mengungkapkan ada 3 arti penting sebuah arsip bagi suatu negara. Pertama, arsip penting sebagai dokumen sejarah yang dapat digunakan untuk memberikan informasi dari waktu ke waktu.
"Arsip menjadi elemen penting dalam sebuah institusi. Dalam perpektif luas, arsip memiliki arti penting dilihat 3 aspek, yaitu kumpulan peristiwa masa lalu dan masa kini yang dapat diwariskan di generasi mendatang," kata Agus saat Pemberian Piagam Penghargaan Bidang Kearsipan Dari ANRI kepada Bank Indonesia Atas Pelaksana Alih Media Dokumen Pengawasan Perbankan yang Diserahkan ke OJK di Gedung BI Jakarta Pusat, Senin (17/03/2014).
Ia mencontohkan dahulu BI berasal dari de Javasche Bank di era kolonial Belanda. Kemudian penamaan tersebut berubah usai Indonesia merdeka yang dinamai dengan Bank Indonesia. Dari sini masyarakat bisa mengetahui proses perkembangan dunia perbankan dari waktu ke waktu melalui arsip.
"Bank Indonesia sebelumnya itu bernama de Javasche Bank. Kemudian kita ingat di dunia perbankan bahwa periode menantang di industri perbankan ada di tahun 1997, 1998 dan 1999. Bukan saja ekonomi kita yang memburuk kondisi sosial dan ekonomi kita memburuk. Kita melakukan rekapitalisasi, penyehatan perbankan, merger dan divestasi. Dan seluruh proses itu didukumentasi ke lembaga penyehatan perbankan nasional tetapi sudah purna tetapi kearsipannya terus kita kelola," imbuhnya.
Kedua, arti penting arsip sebagai aset negara. Sebagai aset, maka arsip harus dijaga dan dilindungi.
"Di negara maju memiliki arsip yang lengkap dan terpelihara dengan baik. Kami pernah mencari arsipnya oleh bank pemerintah lemah sekali pencatatan dokumennya," katanya.
Ketiga, arsib sebagai perwujudan akuntabilitas dan transparansi suatu lembaga atau institusi. "Sudah seharusnya institusi dengan menjaga arsip yang profesional. Sehingga dapat tercatat dengan baik," katanya.
Agus mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut merawat dan menjaga arsip (dokumen sejarah) Indonesia. Untuk mendukung upayanya itu, ia dengan lantang meniru perkataan Presiden Soekarno.
"Untuk menutup saya akan menirukan pernyataan Presiden Soekarno bangsa yang besar bangsa yang mampu menghargai sejarahnya," tegas Agus.
(wij/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!