Pengusaha Logistik: Jokowi Tak Banyak Teori

Jakarta -Pencapresan Gubernur DKI Jakarta Jokowi dianggap membawa sinyal positif bagi bisnis jasa logistik di dalam negeri. Pengusaha logistik menilai Jokowi mampu bekerja menuntaskan persoalan logistik.

Bisnis logistik masih dihadapi berbagai persoalan seperti kendala infrastruktur hingga ribetnya birokrasi. Kondisi tersebut memicu mahalnya biaya logistik di dalam negeri.


"Dia sering. Punya terobosan, dia nggak banyak teori. Dia bisa dilaksanakan dengan full speed," kata Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Iskandar Zulkarnain saat Munas ALFI di Hotel Sahid Jakarta, Senin (17/3/2014).


Iskandar menilai sosok presiden mendatang harus bersedia mengikuti cetak biru atau blueprint Sistem Logistik Nasional (Sislognas) untuk pengembangan industri jasa logistik.


"Siapun presiden, dia punya Sislognas. Nggak usah bikin baru. Sudah bagus itu. Itu pemikiran dari semua kalangan. Ada dari akademisi, doktor, praktisi, pemerintah. Itu pola pikir negara lain yang kita adopsi dan nggak usah bikin baru," jelasnya.


Sementara itu, Sekjen ALFI Yukky Nugrahawan menilai industri jasa logistik akan mendukung presiden yang pro kepada perbaikan infrastruktur. Alasannya infrastruktur sangat berpengaruh terhadap bisnis jasa logistik.


"Kalau mengenai Pak Jokowi. Pelaku usaha mendukung siapun yang maju di Pilpres. Kalau Pak Jokowi dia dicintai rakyat," katanya.


(feb/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!