Jakarta - Akhir pekan lalu, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mendeklarasikan pencapresan Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi). Spontan, deklarasi tersebut membuat rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat.
Pada penutupan perdagangan, Jumat (14/3/2014), IHSG ditutup melompat 152,476 poin (3,23%) ke level 4.878,643. Sementara dolar jatuh dari kisaran Rp 11.400 menjadi Rp 11.255.
Meskipun, pagi ini IHSG turun karena aksi ambil untung (profit taking). Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG naik tipis 4,575 poin (0,09%) ke level 4.883,217. Indeks LQ45 menipis 0,766 poin (0,09%) ke level 829,902.
Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG berkurang 20,534 poin (0,42%) ke level 4.858,109. Sementara Indeks LQ45 turun 6,827 poin (0,82%) ke level 823,841.
Menanggapi dampak pencapresan Jokowi yang menguatkan IHSG dan rupiah pekan lalu, sejumlah pihak berkomentar. Mulai dari menteri, pengusaha, hingga pejabat tinggi Bank Indonesia (BI) ikut buka suara.
Bagaimana tanggapan mereka? Berikut hasilnya yang telah dirangkum detikFinance, Senin (17/3/2014).