Sudah Naik Tinggi Berkat Jokowi Effect, IHSG Kena Profit Taking

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 8 poin terkena euforia Jokowi Effect. Indeks sudah naik tinggi sehingga terjadi aksi ambil untung dan membuat indeks jatuh ke zona merah.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat ke level Rp 11.260 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 11.340 per dolar AS.


Pada perdagangan preopening, IHSG naik 8,716 poin (0,18%) ke level 4.887,359. Sedangkan Indeks LQ45 menguat 2,259 poin (0,27%) ke level 832,927.


Membuka perdagangan awal pekan, Senin (17/3/2014), IHSG naik tipis 4,575 poin (0,09%) ke level 4.883,217. Indeks LQ45 menipis 0,766 poin (0,09%) ke level 829,902.


Indeks sempat naik tidak terlalu tinggi di awal perdagangan, namun posisi indeks yang sudah tinggi langsung dimanfaatkan untuk aksi ambil untung. Wajar saja posisi IHSG sudah overbought.


Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG berkurang 20,534 poin (0,42%) ke level 4.858,109. Sementara Indeks LQ45 turun 6,827 poin (0,82%) ke level 823,841.


Akhir pekan lalu IHSG menanjak ke titik tertingginya tahun ini setelah melonjak 152 poin. Aksi beli langsung marak setelah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan jadi Calon Presiden RI di Pemilu 2014.Next


(ang/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!