Pembatasan BBM Subsidi Tak Pengaruhi Inflasi Agustus

Jakarta -Pada 18-26 Agustus 2014 lalu, PT Pertamina (Persero) melakukan pemotongan jatah penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) menilai kebijakan ini tak mempengaruhi inflasi Agustus.

"Untuk inflasi Agustus tidak berdampak terlalu besar, karena belum semua," kata Kepala BPS Suryamin dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (1/9/2014).


Suryamin menambahkan, kebijakan yang disebut pengkitiran ini hanya dilakukan selama sepekan sehingga dampaknya tidak terlalu besar. Berbeda jika pengkitiran dilakukan sebulan penuh.


"Itu juga bukan dari awal Agustus. Hanya sebagian hari," ujarnya.


Selain itu, lanjut Suryamin, masyarakat juga bisa beralih ke daerah yang penjualan BBM-nya tidak dibatasi. Oleh karena itu, yang terjadi adalah peralihan wilayah konsumsi. "Masih ada yang nguber ke daerah yang tidak dibatasi," tuturnya.


Efek ke inflasi, menurut Suryamin, hanya akan terlihat signifikan bila ada kenaikan harga BBM. "Kalau dinaikkan itu sudah pasti ngaruh. Tapi kan itu belum terjadi," ucapnya.


(mkl/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!