Hal itu diungkapkan oleh Mantan Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johnny Darmawan, saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (1/9/2014).
"Kita dari dulu katakan, kalau pengusaha otomotif itu siap untuk dinaikkan. Karena apa, kalau ada perbedaan harga banyak penuyelundupan, manipulasi," kata Johnny.
Johnny belum bisa mengalkulasi sebesar apa pengaruh kenaikan harga BBM subsidi terhadap penjualan otomotif nantinya. Dia juga tidak menampik, bila harga BBM subsidi dinaikkan, maka akan terjadi gejolak di masyarakat. Itu pun menurutnya tak akan berlangsung lama.
"Kalau dinaikkan tak terlalu besar, shock-nya itu sampai 2-3 bulan. Kalau besar seperti tahun 2005, itu mungkin sampai 6 bulan," tambahnya.
Menurut Johnny, pemerintah harus segera mengambil kebijakan kenaikan BBM subsidi. Gaikindo tidak berkeberatan harga BBM subsidi dinaikkan.
"Memang benar subsidi tidak jatuh ke tangan yang benar. Kita sebagai pengusaha kita harus berjiwa nasional. Sampai sekarang pun masih sama posisinya, kalau naik ya silakan," tutupnya.
(zul/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!