"Kita butuh banyak mitra yang mau membangun SPBG. Namun dari survei kami ada 60 SPBU di Jakarta yang lokasinya hanya berjarak satu kilometer dari pipa gas milik PGN. Karena lokasinya yang dekat pipa gas tersebut, SPBU bisa difungsikan menjadi SPBG," ujar Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, di Seminar Tantangan Menghadapi Krisis Energi dan Defisit BBM, di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (10/9/2014).
Hendi mengatakan, untuk masalah pasokan gas tidak perlu dikhawatirkan. PGN sudah mendapatkan penugasan dari pemerintah dengan pemberian alokasi gas untuk transportasi.
"Alokasi gas ada, harganya sangat menarik, saat ini harga BBG-nya masih promosi Rp 3.100 per liter setara premium. Nantinya diharapkan harganya bisa naik sekitar Rp 5.000. Sehingga dengan rencana kebijakan penghilangan subsidi BBM, masyarakat akan punya pilihan lain yakni beralih ke gas yang harganya murah, dan bersih, serta ramah lingkungan," ungkapnya.
Hendi menegaskan, hal ini merupakan peluang bagi pengusaha SPBU. Karena Pepmrov DKI Jakarta akan segera mewajibkan setiap angkutan umum mengkonsumsi BBG.
"Jadi kalau ada pengusaha angkot yang tidak mau pakai gas, izinnya bisa dicabut. Ini peluang bagi pengusaha SPBU agar secepatnya bisa menjual gas, karena pasar akan semakin banyak," tutupnya.
(rrd/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!