Impor yang besar ini disebabkan oleh kemampuan kilang dalam negeri yang kurang memadai. Oleh karena itu, PT Pertamina (Persero) harus segera membangun kilang baru.
"Pertamina sebelumnya sudah ada program upgrading kilang, sehingga kapasitasnya yang saat ini 1 juta barel bisa menjadi 1,6 juta barel per hari pada 2019. Artinya sama dengan kebutuhan BBM hari ini. Tapi kan 5 tahun lagi kebutuhan kita naik, jadi mulai sekarang kita harus bangun kilang minyak baru," papar mantan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina M Husen ditemui di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Senin (1/12/2014).
Husen mengatakan, Pertamina harus membangun paling tidak kilang berkapasitas 300.000 barel per hari. Dia menilai ini sudah cukup untuk mengurangi impor BBM dalam 5 tahun ke depan.
"Menurut saya mulai dulu 1 x 300.000 barel per hari. Kalau tidak bangun mulai hari ini, 5 tahun lagi nggak akan jadi. Saya jamin. Kita sebelumnya ambil langkah upgrading kilang karena bisa lebih murah dan jadinya lebih cepat," jelas Husen.
Husen menegaskan, dengan kepemimpinan Dwi Soetjipto di Pertamina, ia yakin pembangunan kilang akan terwujud. Bahkan dalam 5 tahun bukan tidak mungkin Indonesia bisa swasembada BBM.
"Saya yakin dengan Pak Dwi, 5 tahun kita bisa swasembada lagi," tegasnya.
(rrd/hds)