Sandiaga Uno: Tutupnya Mandala Jadi Pelajaran Termahal

Jakarta -Direktur Utama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) Sandiaga Uno mengungkapkan pengalamannya menggeluti bisnis penerbangan yang mandek di tengah jalan. Berhentinya operasi maskapai Tigerair Mandala jadi pengalaman termahal.

Melalui Saratoga Capital, Sandi memiliki saham di Tigerair Mandala sebesar 51%. Operasi Tigerair Mandala berhenti sejak 1 Juli 2014.


"Itu pelajaran termahal buat Saratoga. Sebenarnya Saratoga tidak terekspos, karena sebenarnya ini investasi pribadi saya dengan Pak Edwin Suryadjaja (Komisaris Utama Saratoga)," kata Sandi saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (1/12/2014).


Sandi menjelaskan, harga minyak dunia saat ini yang sedang turun, seharusnya menjadi peluang menarik bagi Saratoga untuk kembali menggerakkan bisnis penerbangan. Namun begitu, Sandi mengaku belum siap kembali mengoperasikan bisnis penerbangan yang sempat membuatnya kehilangan banyak uang.


"Di maskapai ini sebetulnya dengan harga energi yang rendah seperti sekarang jadi peluang buat kami. Kami rasa kami sudah banyak belajar tapi untuk bisnis ini belum siap," ucap dia.


Sandi mengaku masih terus memantau peluang bisnis penerbangan ke depan. Untuk tahun ini, kata Sandi, pihaknya belum akan mulai mengoperasikan Tigerair Mandala.


"Alhamdulillah jalan kita selesaikan semua kewajiban. Tentunya perusahaan ini kita lihat seperti apa tapi sekarang belum ada. Izin masih pegang. Tahun ini belum," kata Sandi.


(drk/dnl)