RI Baru Lalui 'Ronde' Pertama Dampak Kenaikan Harga BBM

Jakarta -Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada 18 November 2014. Dampaknya, inflasi pada bulan itu melonjak hingga 1,5% secara bulanan (month-on-month).

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menuturkan ini baru 'ronde' pertama yang dirasakan dari dampak kebijakan tersebut. Dia menilai masih ada 2 'ronde' yang tersisa.


"BBM itu sudah first round. Ini kan sekarang ada second round dan third round. Itu biasanya ada di volatile food (harga makanan)," ungkapnya di Gedung Djuanda, komplek Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (1/12/2014).


Agar dampak kenaikan harga BBM tidak terlalu besar, lanjut Agus, pemerintah perlu mengendalikan harga pangan dan tarif transportasi. "Paling dijaga adalah yang terkait dengan transportasi dan pangan. Dua itu yang secara historis selalu memberikan tekanan pada inflasi," jelasnya.


Agus tidak menampik bahwa sebelum harga BBM dinaikkan harga sejumlah barang dan jasa sudah terlebih dulu naik. Ini disebut sebagai ekspektasi inflasi.


"Masyarakat di tingkat konsumen maupun pedagang eceran itu memperkirakan akan ada kenaikan inflasi," katanya.


(mkl/hds)