Menteri Susi Minta Bantuan Jokowi Soal Nasib 600 'Manusia Perahu'

Jakarta -Jumlah 'manusia perahu' yang terdampar di Perairan Derawan, Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) bertambah dari 526 menjadi 600 orang. Nasib mereka tidak jelas karena tidak memiliki identitas asal kewarganegaraan.

"Setelah ditangkap jadi masalah bagi kita. Karena banyak yang tidak punya paspor. Contoh 600 orang di Derawan itu tidak punya paspor," ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat ditemui di Gedung Mina Bahari III, Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin (1/12/2014).


Susi awalnya berkeyakinan ratusan manusia perahu itu berasal dari Malaysia. Hal ini karena tempat tinggal asal ratusan manusia perahu Semporna di Tawau, Sabah, Malaysia.


"Pemerintah Malaysia tidak mau mengakui ini penduduk Malaysia," katanya.


Untuk menyelesaikan masalah ini, Susi ingin Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga turun tangan. Presiden Jokowi dinilai bisa menyelesaikan masalah ini, salah satunya dengan jalur diplomatik yaitu perundingan dengan beberapa negara yang dianggap bertanggung jawab terhadap identitas asli ratusan manusia perahu.


"Kita cari solusi terbaik. Negosiasi diplomatik harus terjadi di sini, kalau perlu pak presiden panggil dubes-dubes terkait. Kedaulatan itu segalanya dan harus ditegakkan," tegas Susi.


(wij/hen)