Menurut IMF, kebijakan ini membuat anggaran pemerintah makin boros dan defisit makin lebar, ujungnya utang bakal bertambah.
Dalam kajiannya terhadap ekonomi Thailand, IMF menyatakan, pemerintah Thailand harus melakukan pengawasan ekstra kepada sektor bank dan non bank. Saat ini risiko di sektor keuangan tengah meningkat.
Thailand saat ini juga tengah menghadapi risiko dari gejolak arus dana asing, serta ketidakpastian lingkungan ekonomi global. Pemerintah Thailand harus mempunyai dana yang cukup sebagai cadangan bila terjadi guncangan ekonomi.
Ekspor Thailand yang porsinya mencapai 60% dari keseluruhan ekonomi saat ini lesu, demikian juga dengan konsumsi swasta. Berbagai analis menyatakan, pemerintah negeri gajah putih ini perlu menggelontorkan dana stimulus untuk penguatan ekonomi.
"Staf kami memperhatikan soal efektivitas dan transparansi dari skema beras ini, dan menyarankan untuk mengurangi program ini," demikian laporan IMF yang dikutip dari Reuters, Selasa (12/11/2013).
Menurut IMF, skema pembelian beras petani yang lebih mahal oleh pemerintah ini menjadi bencana. Karena pemerintah rugi US$ 4,3 miliar atau Rp 43 triliun sepanjang 2011-2012. Next
(dnl/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!