Bangunan liar ini bisa menggangu perjalanan kereta. "Kereta api nggak bisa berjalan sesuai dengan kecepatannya karena ada aktivitas manusia di pinggiran rel," kata Kepala Humas KAI DAOPS I Jakarta Agus Komarudin kepada detikFinance, akhir pekan lalu.
Tentunya penumpang mengeluh karena kelancaran kereta, khususnya KRL Commuter Jabodetabek, terganggu. Selain itu, aktivitas bangunan liar justru membayakan para penduduk.
"Itu mengganggu keselamatan kereta dan keselamatan warga juga," ujar Agus.
KAI sendiri mengalami kesulitan untuk proses perawatan sistem persinyalan di area rel yang dihuni pemukiman liar. Pasalnya, jaringan sinyal ditanam tepat di bawah bangunan liar.
"Itu bahaya karena perjalanan kereta nggak bisa lancar dan perawatan susah. Karena di sisi jalan rel, ada kabel," sebutnya.
KAI telah berusaha bersama pemerintah daerah untuk menertibkan bangunan liar di sekitar rel. Termasuk upaya penertiban bangunan liar di bawah rel layang (elevated).
"Kami melakukan penertiban, bekerja sama dengan pemda seperti di Tanah Abang (Jakarta)," katanya.
(feb/hds)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!