Sementara dibandingkan Agustus 2013, BPS mencatat inflasi sebesar 3,99%. Lalu sepanjang 2014 (Januari-Agustus), terjadi inflasi 3,42%.
Demikian dikemukakan Suryamin, Kepala BPS, dalam jumpa pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (1/9/2014).
"Inflasi Agustus kalau dirunut ke belakang, sejak 2005 hanya kalah dari 2006 yang 0,33%. Apalagi Agustus ini masih ada sisa puasa-lebaran. Jadi pengendalian inflasi sudah terlihat bagus," papar Suryamin.
Sebanyak 66 kota di Indonesia mengalami inflasi, dan 16 yang deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,98% dan terendah di Banjarmasin yaitu 0,02%. Sementara kota dengan deflasi tertinggi adalah Ternate sebesar minus 1,02%.
Sebelum rilis BPS, sejumlah kalangan telah memperkirakan inflasi Agustus akan relatif terkendali. Misalnya Trust Securities yang dalam risetnya menyebutkan inflasi bulan lalu cenderung bergerak normal.
"Tampaknya pemerintah menjaga agar harga-harga barang, terutama kebutuhan pokok, tidak mengalami lonjakan yang terlalu tinggi. Seharusnya pergerakan harga sepanjang Agustus dapat normal dan permintaan masyarakat dapat kembali stabil," papar riset Trust Securities.
Bahan makanan, lanjut riset tersebut, masih akan dominan dalam menyumbang inflasi. "Namun peningkatannya sudah tidak terlalu tinggi seiring stabilnya permintaan masyarakat pada Agustus," sebutnya.
(hds/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!