Masalah ini juga menjadi perhatian Rektor IPB Herry Suhardiyanto, sebagai orang nomor satu di IPB mendorong pemanfaatan inovasi-inovasi dari karya penelitian sebagai produk komersial.
"Saat ini pemanfaatan inovasi ini kendalanya karena belum nyambung antara institusi penghasil inovasi dengan masyarakat pengguna inovasi," kata Herry di Kampus IPB, Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Senin (1/9/2014).
Herry mencontohkan temuan beras analog. Menurutnya beras analog adalah hasil penelitian yang penting sekali untuk mereka yang mengalami diabetes, sayangnya di pasaran belum ada.
"Karena memang belum ada yang mau produksi secara komersial," katanya.
Menurutnya pihak kampus hanya sebagai lembaga akademis, yang pendanaannya hanya terbatas sampai level penemuan. Sedangkan untuk sampai tahap produksi massal sudah tidak bisa lagi mengandalkan dana kampus.
"Makanya harus ada dorongan dari pihak yang nantinya mau memanfaatkan inovasi ini sebagai produk komersial," katanya.
Ia mengusulkan untuk merangsang pelaku usaha mengembangkan hasil penelitian secara komersial maka bisa didorong dengan insentif oleh pemerintah. Misalnya dengan mengalihkan pembayaran pajak perusahaan untuk pengembangan inovasi-inovasi yang memang sudah siap secara komersial sehingga bisa diarahkan ke sektor produktif.
"Kalau ini bisa mudah-mudahan karena bangsa kita yang banyak ini juga tidak sia-sia. Peneliti kita juga semakin termotivasi untuk terus menghasilkan produk yang lebih baik lagi," katanya.
(hen/hen)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!