"Dari pertemuan tersebut memang banyak sekali yang dibahas khususnya terkait APBN 2015, tapi paling banyak dibahas adalah masalah kebijakan energi yakni terkait subsidi BBM," kata Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM) Sri Adiningsih yang memimpin jalannya pertemuan tersebut, di Posko Jokowi-JK, Menteng, Jakarta, Senin (1/9/2014).
Sri Adiningsih mengatakan, para pakar ekonomi mulai dari A. Prasentyantoko, Fadhil Hasan, Iman Sugema, Tony Prasentiantono, David Sumual, Faisal Basri dan lainnya sepakat meminta pemerintah segera menaikkan harga BBM subsidi.
"Satu poin yang paling banyak dibahas di mana para pakar ekonomi ini meminta pemerintah segera menaikkan harga BBM," ucapnya.
Ia mengatakan, para ekonom melihat subsidi BBM yang jumlahnya tahun ini hampir mencapai Rp 250 triliun tersebut sangat mubazir karena tidak tepat sasaran dan tidak dinikmati rakyat yang seharusnya disubsidi.
"Para ekonom sepakat agar subsidi BBM dikurangi dengan cara menaikkan harga dan ada realokasi subsidi BBM ke asuransi kesehatan seperti Indonesia Sehat, gratis biaya pendidikan tidak hanya sampai SMP tapi sampai SMA, dan lainnya yang benar-benar dapat dirasakan rakyat miskin," tutupnya.
(rrd/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!