Pedagang Makanan di Malioboro Protes Kenaikan Harga Elpiji 12 Kg

Yogyakarta -Keputusan pemerintah dan PT Pertamina menaikkan harga elpiji 12 Kg mendapat respons negatif dari pelaku usaha kecil. Mereka menganggap kenaikan harga elpiji 12 Kg terlalu tinggi.

Misalnya pedagang makanan di kawasan Malioboro, Yogyakarta protes dengan kenaikan harga elpiji 12 kg. Namun karena tak berdaya, mereka akan menaikkan harga makanannya sebagai strategi mengatasi kenaikan harga elpiji.


Suparjo (25), pedagangan lesehan di Jl Perwakilan Malioboro ini mengaku, kenaikan harga elpiji 12 kg cukup tingggi. Ia bahkan berpikir untuk menggunakan tabung 3 Kg karena harganya jauh lebih murah. Sebab jika tidak, dipastikan ia akan menaikkan barang dagangannya.


"Saya nggak setuju naik, apalagi naiknya cukup tinggi. Mungkin nanti pakai yang 3 Kg, karena harganya jauh lebih murah," kata Suparjo di warung makan lesehannya di Jalan Perwakilan, Malioboro, Yogyakarta, Rabu (10/9/2014).


Ia mengaku, satu tabung elpiji 12 Kg bisa digunakan untuk 2 Minggu, namun jika ramai maka satu minggu sudah habis. Bisnisnya sangat bergantung dengan penggunaan elpiji.


Sementara itu, Nanti (32) seorang pedagang makanan lesehan ini juga mengaku tidak setuju dengan kenaikan harga elpiji 12 Kg. Menurutnya, kenaikan harga sedikit saja akan sangat berpengaruh bagi para pedagang. Apalagi kali ini naiknya cukup tinggi mencapai Rp 18.000 per tabung 12 Kg.


"Gimana lagi kalau udah naik, kita ikut naikkan harga. Ya risikonya banyak pembeli yang komplain, kok harganya naik,"katanya.


(hen/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!