Pipa gas ini akan membentang hingga hampir 4.000 km. Pembangunan dimulai dari provinsi Irkutsk, nanti terhubung dengan sumur gas Siberia sampai ke kota pelabuhan Vladivostok.
Seperti dikutip dari BBC, Selasa (2/9/2014), pipa ini akan mengirim gas sebanyak 38 miliar kaki kubik per tahun selama 30 tahun ke depan. Pengiriman diperkirakan bisa dimulai 2018.
Mei lalu raksasa energi dari Rusia yaitu Gazprom menyepakati penjualan gas kepada perusahaan raksasa energi asal Tiongkok CNPC dengan nilai US$ 400 miliar atau sekitar Rp 4.000 triliun.
Perjanjian kerjasama ini disaksikan langsung oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
(ang/hds)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!