Perseroan mengalami kekurangan permintaan (undersubscription) dan para kreditor tidak bersedia menerima pembayaran pinjaman dalam bentuk saham. Atas hal ini, salah satu pemegang saham BUMI mengomentari tidak terserapnya saham rights issue tersebut.
"Kita kurang percaya dengan kinerja direksi karena waktu itu harga penawaran di atas harga pasar. Sekarang harganya terus merosot. Kalau saat itu kita lakukan, maka kita rugi. Bagaimana manajemen melakukan suatu kebijakan atau aksi korporasi yang dapat menunjukkan kepercayaan kita. Kalau kepercayaan investor terhadap perseroan tinggi, ya mungkin akan banyak yang mau. Kita investor pasar modal wajar cari keuntungan," jelasnya di acara Public Expose Perseroan, Kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Senin (6/10/2014).
Di tempat yang sama, salah seorang investor lain mengaku kecewa atas pembatalan rights issue tersebut.
"Seharusnya memberi keterangan secara jelas, kenapa kok dibatalkan, apa yang menyebabkan batal, ada apa," serunya.
Direktur Utama BUMI Ari Hudaya menanggapi pertanyaan tersebut. Menurutnya, alasan dibatalkannya penerbitan saham baru atau rights issue secara murni karena memang tidak ada yang menyerap.
"Saya mohon pengertiannya kepada para pemegang saham. Tidak ada pemegang saham yang men-support saya, kalian tidak percaya sama saya. Kritik saya terima, tapi tolong dibantu rasionalnya. Ini dibatalkan jelas karena mereka minta cash (tunai). Mau tidak dibatalkan bagaimana toh," katanya.Next
(drk/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!