Tak hanya itu, pihak pemberi utang juga menolak dibayar dengan saham tapi ingin uang tunai. Maka dari itu, Presiden Direktur BUMI Ari Saptari Hudaya, mengatakan perusahaan akan mencoba melakukan refinancing.
"Refinancing, iya (dari perbankan)," ketika ditanya soal sumber dana lain untuk pelunasana utang tersebut usai Public Expose Insidentil BUMI di ruang Avara 123 Avara Lounge & Function Hall Epiwalk, Jakarta, Senin (6/10/2014).
Perusahaan akan mencari pinjaman yang bunganya lebih murah dari utangnya saat ini. "Nanti kita cari yang lebih murah," jelasnya.
Saat in total utang tambang Grup Bakrie itu mencapai Rp 44 triliun. Utangnya bakal dikurangi hingga menjadi US$ 2,2 miliar atau sekitar Rp 24 triliun tahun depan.
Lembaga-lembaga yang akan menerima pembayaran tahun ini antara lain Axis Bank Limited, Credit Suisse, Deutsche Bank 2011, UBS AG, dan CBS. Selain itu masih ada juga China Investment Corporation (CIC) melalui Country Forest Limited dan Castleford Investment Holdings.
(ang/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!