Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pada masa Pemerintahan Presiden SBY, proyek ini diserahkan kepada HK karena tak ada investor yang berminat pada Trans Sumatera. Harapannya pada waktu itu proyek Trans Sumatera bisa dimulai secepatnya.
"Kami Lihat menyeluruh, karena penugasan pada Hutama Karya tugasnya berat karena keadaan uangnya tidak sehat. Sehingga kita Pelajari ulang, kami lihat skema buat sehingga Trans Sumatra bisa mulai dijalankan," kata Rini di Kantor BUMN, Jakarta, Senin (1/12/2014)
Selain itu, akan ada perubahan prioritas pembangunan Tol Trans Sumatera. Tran Sumatera akan difokuskan pembangunannya di sisi bawah Pulau Sumatera dari Bakauheni-Palembang, sementara pada pemerintahan sebelumnya difokuskan di Medan-Binjai. Tujuannya agar bisa terintegrasi dengan sistem transportasi laut di Selat Sunda yang sedang dikembangkan.
"Trans Sumatra Bisa mulai dibangun dari Bakauheni sampai Aceh tidak terlepas bagaimana transportasi antara Jawa dan Sumatra," katanya.
Untuk mendukung rencana ini, maka harus ada perbaikan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni termasuk penambahan terminal, dan penambahan kapal feri, hingga bisa beroperasi 24 jam. Rini yakin dengan skema ini, proyek tol Bakauheni-Palembang akan ekonomis untuk investasi, karena volume kendaraan dari Merak-Bakauheni cukup tinggi per hari.
"Merak bisa menyeberangkan 12.000 mobil dalam 24 jam itu sangat memungkinkan kalkulasi ekomisnya bisa bangun Trans Sumatera. Banyak orang akan mau jika kegiatan ekonominya baik Selama pelayanannya baik," katanya.Next
(hen/dnl)