Kenaikan ini ternyata tidak diikuti oleh kotribusi pekerja terhadap perusahaan. Kinerja atau produktivitas buruh justru tetap, artinya upah yang naik namun tidak barengi dengan peningkatan produktivitas.
"Regulasi UMP naik tiap tahun, sementara produktivitas tidak serta merta naik," kata Hanif saat acara perpisahan Sofjan Wanandi sebagai Ketua Umum Apindo di Permata Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (1/12/2014).
Hanif menyindir tuntutan kaum buruh yang kerap meminta upah tinggi. Gaji tinggi yang diminta buruh jauh meninggalkan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS).
"Sering nggak realistis. UMP lebih besar daripada PNS golongan tertentu. Kita akan kaji akar persoalan. Apa yang mungkin kita kembangkan dan rumuskan bersama serikat pekerja guna temukan formula terbaik," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Hanif menegaskan tidak akan pro kepada buruh ataupun pengusaha. Ia lebih menekankan penciptaan iklim industri yang kondusif. Artinya industri harus dibuat kondusif agar berdampak positif terhadap kinerja usaha sehingga pengusaha dan pekerja terkena imbasnya.
"Saya bukan pro pengusaha, bukan pro pekerja. Saya pro ke penguatan industri nasional," jelasnya.
(feb/hen)