Senior Associate of The Asia Program at the Carnegie Endowment for International Peace, Washington DC, Vikram Nehru mengatakan, ada beberapa kebijakan yang harus diperhatikan. Pertama yang terpenting menurutnya adalah percepatan pembangunan infrastruktur.
"Infrastruktur jelas menjadi nomor satu. Kalau anda bisa mengimplementasikan 5% dana infrastruktur dari GDP, maka pertumbuhan akan ada pengaruh yang besar. Ini harus difokuskan, termasuk UU pertanahan yang baru. Seperti Jakarta sekarang, ada pembagunan MRT dan lainnya," kata Vikram dalam sebuah diskusi di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Senin (17/3/2014).
Kedua menurutnya adalah pekerjaan. Kebijakan untuk meningkatkan produktifitas tenaga kerja harus benar-benar diperhatikan oleh presiden terpilih nanti. Karena ini menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Harus ada perubahan struktur dari produktifitas rendah ke produktifitas yang tinggi. Jika ada reformasi di sisi ketenagakerjaan. Semua pekerja informal punya kesempatan untuk bekerja. Ini bisa didukung," tambahnya.
Hal ketiga yang ditekankan Vikram adalah mengenai pendidikan. Bukan masalah kuantitas lagi dalam hal ini melainkan kualitas yang harus diperhatikan dalam sistem pendidikan. Tidak peduli berapapun biaya yang dikeluarkan, yang penting menurutnya adalah hasil dari pendidikan itu sendiri.
"Kualitas harus jadi pegangan dalam sektor pendidikan," ucap Vikram.Next
(zul/ang)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!