Bos Baru Pertamina Ngaku Terima Laporan Impor BBM Triliunan/Hari

Jakarta -Kebutuhan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) setiap harinya bisa mencapai US$ 100-150 juta atau sekitar Rp 1,2-1,8 triliun per hari. Plt Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Muhamad Husen mengaku menerima laporan setiap hari soal kebutuhan uang yang cukup besar tersebut.

Ia mengatakan setiap tahun produksi motor dan mobil di Indonesia terus bertambah, untuk mobil produksinya bisa mencapai 1,1 juta unit dan motor 7-8 juta unit per tahun.


"We are the biggest buyer of motorcycle. Itu Semua makannya BBM. Sehingga dari tahun ke tahun konsumsi BBM meningkat," kata Muhamad Husen di Peresmian SPBG Vi-Gas di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (14/10/2014).


Ia mengatakan selama menjadi orang nomor satu di Pertamina sejak 1 Oktober 2014, Husen selalu menerima laporan dana yang besar tersebut. "Setiap sore-sore dilaporkan, uangnya besar sekali setiap hari," katanya.


Setiap tahun sekitar Rp 300 triliun anggaran negara habis untuk mensubsidi BBM. "Kita hanya menggunakan sesuatu untuk yang kita bakar saja," katanya.


Sehingga cara yang paling jitu saat ini adalah Pertamina mendukung program konversi dari BBM ke BBG di kendaraan, seperti penggunaan V-gas. Salah satu konkretnya dengan pendirian SPBG Vi-gas di Mabes TNI Cilangkap. Ia berharap penggunaan gas di kendaraan pribadi maupun umum bisa sukses seperti program konversi dari minyak tanah ke elpiji.


"Kita juga pernah menggunakan konversi yang masif dari minyak tanah ke elpiji. Itu dengan masif dan cepat kita bisa mengkonversi itu. Dan pada waktu itu Pertamina yang dtugaskan oleh pemerintah melaksanakannya konversi itu," katanya.


Ia berharap program konversi dari BBM ke BBG bisa sukses dengan pola memberikan contoh dari atas ke bawah. Misalnya pola semacam ini juga diterapkan saat memasyarakatkan produk batik.


"Kita ulangi lagi kesuksesan kita menjadi batik menjadi begini luas. Saya masih ingat waktu itu Pak JK meminta kalau dari instansi pemerintah sipil tiap hari Jumat memakai batik. Kita liat sekarang pemakaian batik itu luar biasa," katanya.


(hen/hds)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!