“Banyak teman ayah yang mati di sana, jadi ibu memintanya berhenti,” kata Wangchu Sherpa dari kediamannya kini di Santa Barbara, California.
Ayahnya pernah menjadi bagian dari ekspedisi tahun 1953 yang dipimpin oleh Sir Edmund Hillary dan Sherpa dari Nepal, Tenzing Norgay. Sang ayah kemudian mendapat pekerjaan di lembaga nirlaba yang didirikan Hillary, Himalayan Trust, yang kemudian memberikan beasiswa untuk Wangchu.
Sejak ekspedisi pendahuluan itu, kata “Sherpa” kemudian sinonim dengan “Pemandu Gunung”. Meski begitu, ada juga Sherpa yang berprofesi lain, seperti bertani kentang atau menjadi praktisi hukum di Kathmandu, Nepal.
Sherpa adalah kelompok etnis yang didominasi pemeluk Buddha, yang berakar dari Tibet. Sher berarti 'timur' dan Pa berarti 'Orang'. Orang Sherpa adalah keturunan orang Tibet timur yang bermigrasi ke Nepal sekitar 300-400 tahun lalu.
Sumber sejarah lain menyebutkan, mereka pertama kali menetap di Distrik Solukhumbu, Nepal. Setelah itu mereka secara teratur bergerak ke barat di sepanjang rute perdagangan garam.
Menurut tradisi setempat, empat kelompok Sherpa bermigrasi ke luar Solukhumbu dalam waktu yang berbeda, sehingga melahirkan empat klan: Minyagpa, Thimmi, Sertawa, dan Chawa. Keempat klan ini kemudian terbagi lagi ke dalam lebih dari 20 klan lain sampai saat ini. Next
(DES/DES)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!