Dalam APBN Perubahan 2014, produksi gas nasional ditargetkan mencapai 1,224 juta barel setara minyak per hari. Berdasarkan data SKK Migas, ada sekitar 23 perusahaan migas produksi gas tiap hari.
Dari 1,224 juta barel setara minyak per hari produksi gas, ke mana larinya gas tersebut?
"Dari produksi gas nasional, tahun ini SKK Migas menargetkan dapat memasok 57% produksi gas nasional untuk domestik, sedangkan sisanya masih diekspor ke luar negeri. Kenapa masih ekspor? Karena harus memenuhi kontrak jual beli gas dalam jangka panjang," kata Kepala Bagian Humas SKK Migas Handoyo Budi Santoso kepada detikFinance, Rabu (2/7/2014).
Ia mencontohkan, seperti kontrak jual beli gas Tangguh ke Fujian, Tiongkok yang dilakukan dari 2002 hingga 2034. Ada pula gas dari Tangguh ke Korea Selatan hingga 2034 juga. Kemudian ada juga gas yang diekspor ke Singapura dan lainnya.
"Semua karena kontrak. Kami terus berkomitmen meningkatkan pasokan gas dalam negeri seperti Train 3 Tangguh 40% produksinya sudah pasti ke dalam negeri. Sedangkan jika ada gas yang diekspor selama dalam negeri sudah tercukupi dan selama harganya sangat baik untuk pendapatan negara," ungkapnya.
Berdasarkan data SKK Migas pada 2013, alokasi pemanfaatan gas bumi untuk dalam negeri di antaranya untuk:
- Lifting minyak nasional sebanyak 360,54 bbtud
- Pupuk dan Petrokimia sebanyak 654,12 bbtud
- Pembangkit listrik sebanyak 944,86 bbtud
- Pemanfaatan gas untuk industri sebanyak 1.235,94 bbtud
- Gas kota sebanyak 0,41 bbtud
- Konversi LPG pemerintah sebanyak 242,19 bbtud
- LNG utuk kebutuhan gas domestik sebesar 194,22 bbtud.
(rrd/dnl)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!